Malam ini ditemani dengan playlist lagu galau, saya berharap tulisan di blog saya kali ini nggak ngaco seperti 89,9% isi blog ini. Mari mulai.
We could sit watching rats gnawing
by: Sarah Nala
We could sit watching rats gnawing
Satisfy them by breaking rules
Covering our ears from knowing
Pretending as strong as bulls
We could let them having all or
Make them die by closing the door
Watch out! For they’re still wandering
Digging holes, looking for more woods
As usual we are just staring
When they can snatch away our foods
Run, run, run, run, they choose to run
Carefree as long as they have fun
Undangan pengumpulan data untuk e-ktp warga RW 11 Kecamatan Sukajadi jatuh pada tanggal 23 Agustus 2012. Antrian warga mulai tetlihat pada pukul 05.00 wib, bahkan ada yang mengantri dari pukul 03.00 wib. Semakin siang semakin banyak warga yang berdatangan sehingga pendaftaran pada tanggal 23 Agustus ditutup pukul 13.00 wib. Hal tersebut disayangkan banyak warga karena tidak semua warga tinggal di daerah Bandung. Mereka yang datang dari luar kota tidak punya banyak waktu untuk mengantri pada hari-hari berikutnya. Seperti dikatakan salah seorang petugas ketika ditanyai perihal ditutupnya pendaftaran pada pukul 13.00 wib, beliau menerangkan bahwa jumlah warga yang mendaftar pada hari itu melampaui kapasitas sehingga mereka (para petugas) memutuskan untuk menutup pendaftaran. Lain halnya dengan warga RW 06 yang masih dilayani sampai pukul 02.00 dini hari.
"Itu merupakan suatu kesalahan. Kami mau dibayar oleh siapa bertugas sampai semalam itu. Mending kalau kami sehat, kalau tidak kan kasihan." Ungkap salah seorang petugas pintu masuk pendaftaran.
Banyak warga yang mempertanyakan lamanya antrian e-ktp. Ternyata hal tersebut disebabkan oleh masih adanya petugas yang menerima suap dan mendahulukan orang-orang yang
dikenalnya. "Yang diutamakan pada jaman sekarang 3D, deukeut, duit, dulur.*dekat, uang, sanak saudara*. Kalau tidak punya salah satu dari itu ya sabar saja mengantri." Ucap salah seorang warga yang sudah mengantri selama lebih dari lima jam.
"Itu merupakan suatu kesalahan. Kami mau dibayar oleh siapa bertugas sampai semalam itu. Mending kalau kami sehat, kalau tidak kan kasihan." Ungkap salah seorang petugas pintu masuk pendaftaran.
Banyak warga yang mempertanyakan lamanya antrian e-ktp. Ternyata hal tersebut disebabkan oleh masih adanya petugas yang menerima suap dan mendahulukan orang-orang yang
dikenalnya. "Yang diutamakan pada jaman sekarang 3D, deukeut, duit, dulur.*dekat, uang, sanak saudara*. Kalau tidak punya salah satu dari itu ya sabar saja mengantri." Ucap salah seorang warga yang sudah mengantri selama lebih dari lima jam.






